MINI LOKAKARYA STUNTING KEC ROWOKANGKUNG, BERTEMPAT DI DESA ROWOKANGKUNG.
- Sep 09, 2025
- kusmianingsih
KIM ROWOKANGKUNG", 09 september 2025, bertempat di balai Desa Rowokangkung, pukul 8.30 wib, yang di hadiri oleh LINTAS SEKTOR, Bu Camat Rowokangkung, Kepala KUA, NAKES Puskesmas Sumbersari, PLKb kec, Danramil, Kapolsek, Kader TPK , Kader IMP, Kader Posyandu, Ketua Tp-pkk, kim, kader kpm dan Perangkat Desa Rowokangkung.
Sambutan yang pertama dari kepala Desa Rowokangkung (totok hariyanto), beliau menyampaikan bahwa di Desa Rowokangkung, sangat besar sekali dalam mendukung, dan menganggarkan anggaran untuk program - program stunting, di Desa Rowokangkung, contoh nya ,untuk kegiatan kelas ibu hamil, bantuan pmt tambahan, bantuan susu untuk balita stuting. Soth (sekolah orang tua hebat) harapan beliau kedepannya Desa Rowokangkung, berkurang, atau bebas, tidak ada lagi balita yang stunting, ibu hamil yang kek, balita yang kurang gizi, balita dengan gizi buruk, mengingat Desa Rowokangkung, sangat luas dengan jumlah jiwa paling banyak,dan juga jumlah balitanya lebih banyak di banding kan dari Desa lainya, yang berada di Kec Rowokangkung, ujar bapak kades (totok hariyanto) beliau juga meminta agar ibu-ibu kader, tokoh masyarakat, tokoh agama, bu bidan dan ketua Tp - pkk, maupun lintas sektor untuk perpartisipasi , berperan aktif dalam pendampingan balita stunting, agar tidak ada lagi penambahan angka balita stunting di Desa Rowokangkung ke depanya.
Sambutan yang ke dua dari Camat Rowokangkung (ibu nira), beliau menyampaikan, untuk Desa Rowokangkung yang semula lotus stunting, sekarang sudah ada penurunan angka balita stunting, yang awalnya 32 balita stunting, untuk tahun 2025, sementer satu, menurun menjadi 21 balita stunting, harapannya kedepan kalau bisa Di Desa Rowokangkung terbebas dari stunting, seperti Desa Nogosari, kedungrejo, agar tidak ada penambahan lagi balita stunting, beliau memhimbau agar semua Lintas sektor bekerja sama, bersinergi untuk penanganan balita stunting di Desa-Desa yang ada di Kec Rowokangkung, ujar camat Rowokangkung (ibu nira).
" setelah sambutan-sambutan, di lanjutkan narasi pemaparan dari Bu Bidan desa (devvy eko R), terkait jumlah balita, baduta, ibu hamil kek,ibu hamil resti, ibu nifas, serta tingkat kehadiran balita, kenaikan berat badan balita, di masing-masing posyandu, yang ada di Desa Rowokangkung. Dengan turunnya jumlah balita stunting di Desa Rowokangkung,tak luput dari peran ibu- ibu kader, yang kompak, semangat dan giat dalam mendampingi ibu hamil yang kek, balita stunting, balita gizi buruk dan balita gizi kurang, karna kader lebih dekat dengan masyarakat ujar bu bidan (devvy eko).
Acara yang terakhir berdiskusi yang di pimpin oleh PLKB Kec Rowokangkung bapak (alvin), beliau bertanya apa kendala di lapangan terkait tingkat kehadiran balita di posyandu, kesulitan dalam penanganan balita stunting, agar kedepannya jumlah balita stunting berkurang, atau kalau bisa tidak ada lagi balita yang stunting, balita Gizi kurang, maupun balita dengan gizi buruk, di Desa Rowokangkung.