Kades Totok Hariyanto Tekankan Makna Halal Bihalal dalam Kegiatan Ratibul Haddad di Rowokangkung
- Apr 14, 2026
- Yanuar Dwi
KIM Desa Rowokangkung - Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Balai Desa Rowokangkung dalam kegiatan Jamaah Ratibul Haddad yang difasilitasi oleh pemerintah desa setempat. Kegiatan yang digelar bersama pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Rowokangkung ini sekaligus menjadi momentum halal bihalal pasca Hari Raya Idulfitri.
Kepala Desa Rowokangkung, Totok Hariyanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan kebersamaan antarwarga, khususnya dalam suasana bulan Syawal. Ia menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti Ratibul Haddad bukan hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Momentum halal bihalal ini harus kita manfaatkan untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan. Pemerintah desa akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini karena membawa dampak besar bagi kerukunan warga,” ujarnya.
Setelah sambutan kepala desa, acara dilanjutkan dengan penyampaian mauidhoh hasanah oleh Ust. Fadil. Dalam tausiyahnya, ia menguatkan pesan yang telah disampaikan kepala desa mengenai makna halal bihalal.
Ia menjelaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Halal bihalal adalah kesempatan untuk kembali ke fitrah, saling memaafkan dengan tulus, serta menghapus segala prasangka dan kesalahan di antara sesama,” tuturnya di hadapan para jamaah.
Kegiatan Ratibul Haddad sendiri berlangsung dengan penuh kekhusyukan, diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga ibu-ibu jamaah. Dzikir dan doa bersama menjadi inti dari kegiatan yang rutin dilaksanakan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur keamanan desa, yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas, yang menunjukkan dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang bersifat religius dan mempererat persatuan warga.
Setelah rangkaian dzikir dan tausiyah, acara dilanjutkan dengan sesi halal bihalal, di mana para jamaah makan bersama. Momen ini dimanfaatkan warga untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat rasa kebersamaan.
Pemerintah Desa Rowokangkung berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan solid. Dukungan terhadap kegiatan keagamaan dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat desa.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan desa, dengan harapan nilai-nilai silaturahmi dan kebersamaan yang terjalin dapat terus terjaga di kehidupan sehari-hari masyarakat.